KESENJANGAN NILAI DEKLARATIF DAN AKTUAL DALAM KULTUR ORGANISASI UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Kata Kunci:
organizational culture, Islamic values, value-practice gap, higher education, UIN MalangAbstrak
Artikel ini menganalisis kesenjangan antara nilai Islam yang dideklarasikan dan nilai yang benar-benar diaktualisasikan dalam kultur organisasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian tidak menganggap keberadaan simbol, ritual, aturan, atau pernyataan nilai sebagai bukti otomatis keberhasilan internalisasi. Pertanyaan utamanya ialah kapan dan melalui mekanisme apa nilai institusional berubah menjadi praktik yang dapat diamati. Penelitian menggunakan analisis sekunder kualitatif terhadap laporan studi kasus tahun 2007 tentang internalisasi nilai-nilai Islam di UIN Malang yang memuat kutipan wawancara, observasi, deskripsi kelembagaan, temuan, dan pembahasan. Data historis dibaca ulang melalui level budaya organisasi Schein, pembedaan espoused theory dan theory-in-use dari Argyris dan Schön, serta konsep institutional decoupling. Penelitian mutakhir tentang kultur perguruan tinggi dan dokumen kelembagaan UIN Malang digunakan sebagai konteks pembanding, bukan sebagai pengganti data lapangan baru. Hasil analisis menunjukkan lima kesenjangan: profesionalisme dengan kompetensi yang belum merata, partisipasi dengan otoritas koersif, kecintaan dan kohesi dengan ketegangan politik atau primordial, keteladanan dengan praktik yang belum konsisten, serta pelembagaan nilai dengan ketergantungan pada kehadiran pemimpin. Artikel ini menegaskan bahwa pembiasaan tidak selalu identik dengan internalisasi. Nilai menjadi kultur substantif ketika kepatuhan berkembang menjadi kepemilikan reflektif, bertahan melampaui figur pemimpin, memengaruhi keputusan sehari-hari, dan direproduksi melalui sistem organisasi. Temuan tersebut dirumuskan dalam model institusionalisasi nilai-ke-praktik.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Versi
- 2026-09-30 (2)
- 2026-09-30 (1)

